berlian mentah termahal di dunia

Sejarah-Dari-Berlian-Termahal-Di-Dunia Sejarah-Dari-Berlian-Termahal-Di-Dunia

muntilanation.org – Setiap berlian termahal di dunia ini memiliki harga tinggi karena segudang alasan. Tidak hanya karena kualitasnya, berbagai cerita di baliknya, kemudian makna yang ada di balik berlian itu sendiri, menjadikan beberapa berlian memiliki harga yang fantastis. Mulai dari hadiah untuk anak tercinta, warnanya yang langka, sampai pertumpahan darah yang disebabkan oleh perebutan kepemilikan, menjadikan beberapa berlian pun kondang bahkan di kalangan orang awam dan memiliki nama yang mengandung arti mendalam.

Kamu bisa mencari sendiri daftar berlian-berlian termahal di dunia, karena di internet sendiri sudah banyak yang membuat daftarnya. Mulai dari berlian yang ditemukan di era prasejarah hingga berlian yang baru-baru saja ditemukan, ada yang membuat berbagai daftar berdasarkan klasifikasi mereka sendiri, sehingga daftar berlian termahal selalu berbeda dan dinamis. Sebab, setiap saat selalu saja ada berlian yang baru ditemukan dan membuat pergeseran di daftar berlian termahal di dunia.

Ada beberapa berlian termahal yang bahkan dikenal oleh orang awam yang tidak mendalami dunia batu mulia, saking terkenalnya kisah di balik batu mulia tersebut. Kisah yang kerap terjadi pun bukan selalu kisah romantis yang menyenangkan, terkadang di balik kilaunya, terdapat perang dan darah-darah yang ditumpahkan sebelum mereka berada di tempatnya sekarang. Berikut adalah beberapa dari berlian termahal yang memiliki kisah panjang di balik nama dan keindahannya:

Kisah Panjang 5 Berlian Termahal di Dunia

Menyebutkan kedua nama berlian termahal ini harus beriringan, karena keduanya adalah sepasang berlian yang memiliki cerita yang berkaitan dan harus disebutkan bersamaan agar melengkapi ceritanya. Baik berlian Sweet Josephine maupun Blue Moon of Josephine terkenal karena kisah pelelangannya yang menggemparkan dunia di tahun 2015, dimana seorang miliarder asal Hong Kong bernama Joseph Lau membeli kedua berlian ini pada dua hari yang berurutan, dengan harga yang memecahkan rekor pembelian berlian termahal di lelang, sebagai hadiah untuk putrinya yang bernama Josephine yang pada saat itu masih berusia 7 tahun.

Sweet Josephine adalah salah satu dari tiga berlian berwarna merah muda cemerlang yang memiliki berat lebih dari 10 karat dan pernah dijual selama 2,5 abad, selain Graff Pink dan Pink Star. Sebelum dimiliki oleh Joseph Lau, berlian ini dimiliki oleh sebuah keluarga Amerika selama 15 tahun dengan nama “The Pink”. Namun, Joseph Lau segera mengganti namanya saat membelinya seharga 28,5 juta dolar Amerika menjadi “Sweet Josephine” sebagai kenangan akan putrinya. Sementara untuk Blue Moon of Josephine, Joseph Lau membelinya sehari setelah dia membeli Sweet Josephine. Blue Moon of Josephine sendiri merupakan berlian yang ditemukan di tambah Afrika Selatan pada tahun 2014 dan sebelumnya memiliki nama “Blue Moon” saat pertama kali ditunjukkan di pelelangan di Jenewa, Swiss.

Blue Moon of Josephine sendiri istimewa karena merupakan berlian termahal berbentuk bantalan berwarna biru dengan kategori warna ‘fancy vivid’ atau cemerlang yang pernah muncul di pelelangan. Tentu saja, Joseph Lau mengganti nama Blue Moon menjadi nama anaknya setelah dia membelinya di pelelangan Sotheby’s, dengan harga fantastis yang memecahkan rekor dunia sebesar 48.4 juta dolar Amerika, menjadikannya kolektor berlian terkemuka di dunia.

The Hope Diamond

Bila ada berlian yang memiliki sejarah penuh misteri dan kutukan yang tidak kalah menariknya dibanding legenda, maka The Hope Diamond-lah jawabannya. Terdapat berlian yang lebih mahal daripada The Hope Diamond, walau ini juga tak kunjung menggesernya dari daftar berlian termahal. Akan tetapi, yang menarik dari The Hope Diamond bukanlah kecantikan atau besarnya, melainkan kisah dari berlian itu sendiri.

Cerita mengenai The Hope Diamond dimulai dari abad ke-17, saat seorang saudagar pengelana bernama Tavernier, membawa sebuah berlian dari tambang Kollur di Golconda, India, dan menjualnya pada Raja Louis XIV pada tahun 1668 bersama beberapa berlian termahal dan terbesar di dunia saat itu dan dideskripsikan sebagai berlian cantik berwarna violet. Biarpun telah berganti pemilik beberapa kali setelahnya, akhirnya The Hope Diamond pun mendapatkan namanya yang sekarang dari Henry Philip Hope, setelah dicuri dari peredaran dan hilang selama puluhan tahun.

Bisa dikatakan, kepemilikan keluarga Hope selama beberapa generasi adalah yang memberi nama berlian ini The Hope Diamond, kendati awalnya berlian termahal ini hanya dipanggil sebagai ‘si nomor satu’. Namun, keluarga Hope jugalah yang menjadi asal muasal dari cerita mengenai kutukan di balik The Hope Diamond. Dimana keluarga Hope yang dahulu merupakan keluarga bankir terkemuka dan mengoleksi ratusan berlian, perhiasan, sampai karya seni bermutu tinggi, perlahan-lahan mengalami kebangkrutan sampai harus menjual The Hope Diamond untuk menutupi hutang keluarga.

Beberapa dekade kemudian, kisah naas mengenai The Hope Diamond masih terus berlanjut, terutama karena berlian termahal ini dimiliki oleh Evalyn Walsh McLean yang merupakan seorang sosialita keturunan pemilik tambang emas terbesar di Amerika saat itu, Thomas Walsh. Thomas membelikan The Hope Diamond pada Evalyn sebagai hadiah pernikahan putrinya dengan seorang jutawan pemilik surat kabar terkemuka Amerika—The Washington Post—yang bernama Edward McLean.

Evalyn merupakan pemilik The Hope Diamond terakhir yang memilikinya secara pribadi, dimana kehidupannya dipenuhi dengan beberapa cerita sedih, seperti kematian ibu mertuanya, kematian anaknya saat berumur 9 tahun akibat kecelakaan mobil, kemudian Edward McLean pun pergi meninggalkannya untuk wanita lain dan berakhir sakit jiwa, sementara putrinya sendiri meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang di umur 25 tahun, dan salah satu cucu lelakinya meninggal saat bertempur di Perang Vietnam. Namun, Evalyn sendiri tidak percaya pada kutukan yang dibawa oleh The Hope Diamond dan merasa kalau semua itu hanyalah kebetulan.

Hingga akhirnya, The Hope Diamond pun berpindah tangan ke Harry Winston yang berhasil dibujuk oleh seorang ahli batuan Smithsonian bernama George Switzer untuk mendonasikan The Hope Diamond. Saat The Hope Diamond dikirim ke National Museum of Natural History, Harry Winston mengirimkannya dalam kotak sederhana berbungkus kertas coklat, dengan harga total 155 Dollar Amerika, dengan 3 Dollar Amerika digunakan sebagai biaya perangko. Sama sekali tidak terlihat sebagai salah satu berlian termahal di dunia. Kendati harga aslinya bisa mencapai 350 juta Dollar Amerika.

Steinmetz Pink (Pink Star)

Bila ada berlian termahal berwarna pink yang harganya jadi sangat tinggi karena kualitas yang dimiliki, maka Pink Star ini adalah salah satunya. Ini adalah berlian dengan kualitas warna vivid pink atau merah muda cemerlang termahal di dunia, sekaligus memiliki karat terbesar. Berlian ini awalnya diberi nama Steinmetz Pink, saat pertama kali ditambang di pertambangan De Beers, Afrika Selatan. Steinmetz Group yang bertugas untuk memotong berlian ini, mengatakan kalau tim yang terdiri dari delapan orang berusaha untuk memotong berlian ini dari batu berlian kasar selama 20 bulan dengan penuh ketelitian, karena takut kalau salah satu langkah saja dapat memotong si cantik Steinmetz Pink.

Berlian ini walau ditambang pada tahun 1999, baru muncul ke publik di tahun 2003 dan pernah bertengger di leher beberapa selebritis terkenal seperti Jenna Elfman dan Helena Christensen. Bagi mereka yang pernah memakai Pink Star ini, mereka merasa bahwa berlian ini membawa getaran bagi mereka dan menambah energi, walau mungkin saja klaim ini hanya sugesti belaka. Sampai saat ini, berlian Pink Star sudah berpindah tangan beberapa kali dan sekarang ada di tangan Chow Tai Fook Enterprise, sebuah perusahaan Hong Kong. Harga Steinmetz Pink sendiri ditaksir sekitar 71,2 juta Dollar Amerika.

Heart of Eternity

Heart of Eternity adalah berlian termahal berwarna biru cemerlang yang pernah dijual, dengan harga di kisaran 16 juta Dollar Amerika atau lebih. Ada dua perusahaan yang pernah tercatat memiliki berlian ini, yakni Steinmetz Group yang pertama kali memotong Heart of Eternity dengan bentuk hati yang menakjubkan, sebelum kemudian dibeli oleh De Beers dan dipamerkan pada tahun 2000 sebagai berlian biru tercantik di antara Millenium Jewel Collection. Bisa dibilang, Heart of Eternity ini bersaudara dengan berlian Millenium Star karena dibuat dari batuan asli yang sama. Hanya saja, Millenium Star jadi terlebih dahulu sementara Heart of Eternity dan batuan lainnya masih dirahasiakan.

Baca JUga :Anak Bandung Sulap Batu Bara Jadi Perhiasan Cantik

Konon, membutuhkan waktu lebih dari empat bulan untuk mempersiapkan pemotongan Heart of Eternity dan para pemotong pun membuat lebih dari 100 model plastik sebelum memulai proses pemotongan Heart of Eternity, karena di dunia, berlian biru sangat langka dan kesempatan untuk menemukan berlian biru di tempat yang sama hanyalah sekali dalam tiga ratus tahun. Saking jarangnya berlian biru, tidak heran kalau Heart of Eternity yang merupakan berlian biru kualitas terbaik, juga menjadi berlian termahal yang pernah dijual. Heart of Eternity pernah dipamerkan oleh Museum Smithsonian di musim panas tahun 2003, dalam pameran bertajuk “The Splendour of Diamonds” atau “Kemegahan Berlian-Berlian”, dimana dalam pameran yang berlangsung selama dua setengah bulan itu, dipamerkan banyak berlian berwarna unik dan tentu saja, Heart of Eternity termasuk salah satu di antaranya.

Koh-i-Noor

Bila ada satu berlian yang menjadi raja dari berlian lainnya, maka itu adalah Koh-i-Noor. Namanya sendiri berasal dari bahasa Persia, artinya “Pegunungan Cahaya”. Berlian ini adalah berlian termahal di dunia yang tidak ternilai harganya, bukan semata-mata karena kualitasnya, juga karena cerita-cerita yang ada di baliknya. Termasuk bagaimana berlian ini menjadi bahan pertikaian antar dua negara, yaitu Kerajaan Inggris dan India. Pada tahun 2016, berlian ini sempat jadi perbincangan lagi karena adanya pernyataan dari pemerintah India mengenai status Koh-i-Noor, sebagai barang yang diberikan oleh Ranjit Singh pada zaman dahulu kala. Membicarakan berlian Koh-i-Noor tentu tidak ada habisnya, karena berlian termahal di dunia yang satu ini telah berpindah tangan berkali-kali.

Penemuan Koh-i-Noor sendiri bermula dari ratusan tahun lalu, tepatnya di abad ke-14 ketika sebuah desa kecil dekat Hyderabad menemukan batu berlian dengan kilau yang aneh dan berukuran sangat besar. Sebelum akhirnya sampai ke Inggris, berlian Koh-i-Noor sendiri sudah pernah dimiliki oleh beberapa raja, Syeikh, dan Sultan yang berbeda, sehingga di Inggris sendiri ketika tiba, Koh-i-Noor sudah memiliki banyak cerita yang mengundang rasa penasaran masyarakat kala itu. Belum lagi, ada peperangan, penjarahan, dan penyiksaan yang terkait dengan berlian ini kala berpindah tangan dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya.

Tercatat Koh-i-Noor akhirnya tiba di Inggris pada tahun 1849, sebagai barang bawaan dari British East Company. Sayangnya, ketika hendak dipamerkan ke publik pada tahun 1851, Koh-i-Noor sempat dipotong berbentuk mawar oleh tim ahli perhiasan kerajaan, tetapi bentuk itu membuat pengunjung tidak terkesan sehingga kerajaan Inggris pun memutuskan untuk memotong ulang Koh-i-Noor ke bentuk ovalnya yang semula. Hasil dari pemotongan berulang ini menyebabkan Koh-i-Noor kehilangan lebih dari 40% beratnya, dari yang semula berukuran 185 karat, kini hanya tersisa sekitar 105 karat saja. Saat ini, Koh-i-Noor tidak ternilai harganya sehingga tidak dapat diasuransikan dan dijaga ketat oleh Inggris. Sementara itu, masih dipercaya kalau yang boleh mengenakan Koh-i-Noor hanya perempuan saja; pemakai perempuan dipercaya akan mendapatkan umur panjang dan hidup makmur, sementara bila dikenakan oleh pria, dipercaya Koh-i-Noor akan membawa malapetaka dan kematian.

Kelima berlian di atas memang bukan lima teratas berlian termahal di dunia, tetapi berlian yang memiliki harga fantastis dengan cerita yang unik di balik label harganya yang selangit. Memang, ada juga berlian yang lebih mahal dari Sweet Josephine karena kualitasnya, tetapi berlian yang memiliki nilai emosional seperti hadiah untuk anak gadis tercinta, membuatmu lebih penasaran, bukan? Belum lagi berlian seperti Koh-i-Noor yang bahkan masih diperbincangkan dua negara walau sudah berabad-abad yang lalu, pasti membuat semua orang menjadi penasaran akan pesona batu mulia yang satu ini. Kalau kamu sendiri, mana batu mulia yang paling menarik untukmu?