berlian

Apakah Investasi Berlian sama dengan Investasi Emas Apakah Investasi Berlian sama dengan Investasi Emas

Apakah Investasi Berlian sama dengan Investasi Emas – Berlian dan emas merupakan sama-sama benda menarik untuk dijadikan investasi. Tapi tahukan anda perbedaan dalam investasi berlian dan emas? Investasi pada dasarnya bisa dilakukan dengan berbagai instrumen selama punya potensi mendatangkan imbal hasil di masa depan. Emas dan berlian adalah dua benda berharga yang sering dipakai masyarakat untuk berinvestasi.

Dibandingkan berlian, emas memang lebih sering dipakai masyarakat untuk mengamankan kekayaan karena harganya yang relatif stabil. Namun, bukan karena alasan itu berlian tidak menarik untuk diinvestasikan.

Ada beragam alasan mengapa berlian patut disimpan sebagai instrumen investasi. Kalau kamu sedang bingung memilih antara kedua benda berharga ini, simak yuk potensi investasi berlian dan emas berikut ini.

Investasi berlian
Berlian adalah jenis batu mulia paling mahal di dunia yang tersimpan jauh di bawah tanah. Umumnya, berlian tersimpan 160 km di bawah tanah dalam bentuk unsur karbon yang tertekan lalu membuatnya rapat dan kaku.

Harga berlian sangat mahal dan banyak diburu karena bentuknya yang cantik dan langka.

Karena itu, berlian banyak disukai oleh pesohor, dan selebriti dunia. Tak heran kalau berlian sejak lama dijadikan lambang status kekayaan.

Mereka yang suka menjadikan perhiasan sebagai investasi pasti tidak melewatkan batu mulia satu ini. Tapi, sebagai instrumen investasi, seperti apa sih prospek keuntungannya?

Kelebihan investasi berlian
Sebagai sebuah instrumen investasi, tetap saja berlian punya kelebihan dan kekurangannya. Memperhatikan faktor-faktor berikut membantu kamu berinvestasi berlian secara bijak.

Berikut ini adalah kelebihan berlian ketimbang emas maupun investasi lainnya.

Aman dari inflasi
Keuntungan saat berinvestasi berlian adalah harganya yang relatif aman dari inflasi. Harga berlian lebih stabil dan tidak terlalu fluktuatif seperti instrumen investasi lainnya.

Jadi, kamu enggak usah khawatir harganya tiba-tiba merosot setelah membeli berlian karena itu jarang sekali terjadi.

Pada masa sulit akibat pandemi COVID-19 seperti sekarang, berlian pun masih layak disimpan karena harganya tidak terpengaruh dengan krisis.

Nilainya terus meningkat
Sudah jelas kalau harga berlian ini terus meningkat setiap tahunnya karena minimal harga berlian mempertahankan diri dari inflasi. Peningkatan nilai berlian disebabkan banyak faktor seperti peningkatan permintaan, bentuknya yang cantik dan disukai, lalu seberapa langka berlian tersebut.

Selain investasi, juga perhiasan
Agak berbeda dengan instrumen lain, berlian punya fungsi estetika tersendiri karena dipakai juga untuk perhiasan. Tak heran kalau berlian jadi pilihan investasi kaum hawa.

Berbeda dengan emas yang harganya bisa turun setelah dijadikan perhiasan, harga berlian tidak jauh berubah setelah dijadikan perhiasan. Tetapi, harga berlian bisa jatuh saat ditemukan kecacatan pada perhiasan.
Mudah sebagai alat investasi
Tidak seperti instrumen lain yang perlu mengikuti perkembangan ekonomi, berinvestasi berlian boleh dibilang sangat mudah. Hanya perlu disimpan di tempat aman, berlian pun bisa dijual kapanpun saat sedang dibutuhkan.

Kekurangan investasi berlian
Sebelum memutuskan untuk investasi berlian, perhatikan dulu ya pertimbangan berikut ini. Karena seperti investasi lainnya, berlian pun punya faktor kekurangannya sendiri. Berikut, di antaranya:

Harga berlian hanya ditentukan pasar
Tidak seperti investasi lain yang punya indeks acuan, harga berlian hanya ditentukan oleh mekanisme pasar. Dengan kata lain, harga berlian sangat terpengaruh oleh faktor supply dan demand di pasar batu mulia.

Tidak mudah menjualnya
Sebagai batu mulia yang mahal, berlian tentu saja nggak bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Menjual berlian pun jadi nggak semudah menjual emas di pasar.

Kamu perlu menemukan penjual berlian yang tepat dan jadi negosiator ulung agar berlian dapat dijual dengan harga terbaik.

Berinvestasi berlian mengundang risiko pencurian
Berinvestasi batu mulia memang mengandung risiko kejahatan yang mungkin saja menimpa diri kita. Terlebih lagi, saat berlian kita pakai sebagai perhiasan. Tidak hanya berlian yang dicuri atau diambil secara paksa, keselamatan kita pun jadi terancam.

Minat terhadap berlian tidak sebesar dulu
Berlian yang sifatnya simbolis tidak begitu cocok untuk generasi milenial yang menyukai gaya hidup praktis. Kondisi ekonomi dunia membuat generasi muda lebih menyukai investasi yang sifatnya produktif seperti saham. Karena itu, coba perhitungkan prospeknya di masa depan ya!

Baca juga: Sejarah Berlian Termahal

Tips investasi berlian
Sebagai diversifikasi investasi, nggak ada salahnya memasukkan berlian dalam daftar portofolio aset kamu. Tetapi, perhatikan beberapa tips berikut ini:

  1. Pelajari seluk beluk berlian dengan baik sebelum membeli. Saat ini, sudah banyak dijual berlian sintetis atau berlian tiruan akibat permintaan yang tinggi. Kamu perlu mempelajari perbedaan berlian asli dan tiruan agar tidak tertipu.
  2. Pahami risiko membeli berlian seperti harganya yang dapat menurun saat bentuknya rusak akibat terjatuh atau tergores. Dengan memperhatikan faktor risiko, kamu bisa menghindari kerugian.
  3. Milikilah sertifikasi berlian untuk menjamin keaslian dan kualitas berlian yang kamu miliki. Pastikan bahwa sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang telah diakui.

Investasi emas batangan
Emas sudah sejak lama dikenal sebagai barang investasi. Berbeda dengan berlian yang hanya dinikmati kalangan masyarakat tertentu saja, emas cenderung merakyat dan diperjual belikan secara luas.

Investasi emas pun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang membeli dalam bentuk batangan, perhiasan maupun mencicil di pegadaian atau layanan investasi emas online.

Apa saja sih keuntungan dan kekurangannya saat membeli emas untuk investasi?

Kelebihan investasi emas batangan
Nilai emas stabil
Emas disebut sebagai instrumen investasi yang cukup aman termasuk bagi kamu yang baru mulai berinvestasi. Meski mengalami naik dan turun, harga emas tidak terlalu fluktuatif seperti reksa dana atau saham. Cocok bagi investor pemula karena risikonya terbilang minim.

Bisa menabung dengan nominal kecil
Berinvestasi emas itu mudah dan nggak perlu modal besar. Terlebih lagi saat ini banyak platform investasi online yang menawarkan pembelian emas mulai dari Rp50.000.

Coba bayangkan, dengan uang sama untuk membeli paket data, kamu sudah bisa membeli emas untuk investasi masa depan.

Mudah dicairkan
Tidak seperti berlian yang punya pangsa pasar khusus, emas adalah produk investasi yang diterima di mana pun.
Emas dapat dijual di pegadaian, toko emas yang hampir bisa ditemukan di setiap kota, maupun kantor-kantor penjualan emas. Kamu tidak perlu khawatir kesulitan menjual emas saat dibutuhkan.

Bisa digunakan sebagai dana darurat
Karena harganya yang cukup stabil, emas banyak dipakai untuk dana darurat. Menyimpan dana darurat pada emas memberikan potensi nilai yang bertumbuh setiap tahun.

Daripada mengendap di rekening, lebih baik menginvestasikan dana darurat kamu dalam bentuk emas batangan.

Kekurangan investasi emas batangan atau logam mulia
Risiko kehilangan cukup tinggi
Sama dengan berlian, emas juga punya potensi kehilangan yang cukup tinggi karena rawan sasaran pencurian dan perampokan. Bila kamu sudah memiliki emas dalam jumlah banyak, sebaiknya simpan di safe deposit bank agar lebih aman.

Tetapi, perhitungan biayanya baik-baik, ya. Apakah cukup terjangkau bila dibandingkan dengan potensi keuntungan investasi kamu.

Harga fluktuatif
Meski tidak separah saham, harga emas pun mengalami fluktuasi harga akibat permintaan dan penawaran di pasar. Jika kita melihat grafis historis emas, ada masa-masa di mana harga emas cenderung stagnan bahkan menurun. Karena itu, harga emas juga perlu dipantau setiap saat.

Harganya cenderung melambat ketika kondisi ekonomi stabil
Harga emas meningkat drastis saat krisis atau kelesuan ekonomi terjadi. Sebaliknya, harga emas cenderung melambat saat ekonomi sedang berjalan stabil. Mengapa ini bisa terjadi?

Saat ekonomi stabil, investor mencari instrumen yang menawarkan imbal hasil yang agresif seperti saham. Sebaliknya, saat terjadi krisis, investor akan menarik dana dari pasar modal untuk menghindari kerugian.

Masyarakat pun mengalihkan alokasi investasinya ke instrumen yang lebih likuid seperti emas. Akibatnya, harga emas meningkat pesat saat krisis terjadi.

Tips investasi emas batangan
1. Pantau harga emas secara berkala baik di pasar domestik maupun di pasar global. Ini penting agar kamu membeli emas di harga yang tepat. Jangan terlalu buru-buru membeli emas karena tren yang sedang meningkat. Bisa jadi, harganya terkoreksi dan menurun kembali.
2. Sesuaikan dengan kemampuan finansial kamu. Emas hanyalah salah satu dari sekian banyak instrumen investasi. Bila kamu punya dana yang lebih, alokasikan ke produk investasi lainnya juga, ya!
3. Pilih penyimpanan emas yang tepat. Safe deposit bank bisa jadi pilihan yang tepat kalau aset emas kamu udah lumayan banyak. Sementara itu untuk kamu yang mencicil emas, pilih perusahaan yang kredibel dan diawasi oleh lembaga pemerintah, ya!

Itulah kelebihan dan kekurangan investasi pada berlian dan emas. Secara umum, kedua produk ini layak kamu koleksi untuk cadangan aset di masa depan. Tetapi, jangan lewatkan faktor-faktor kekurangannya juga ya agar terhindari potensi kerugian.